Perbedaan Utama penggunaan Kayu Pada Rumah Minimalis dan Non Minimalis

Posted on

Hingga saat ini penggunaan bahan kayu masih banyak diaplikasikan untuk mendirikan bangunan rumah. Bahkan ada rumah yang hampir keseluruhan elementnya memakai bahan yang diambil secara langsung dari batang pohon tersebut. Demikian pula dengan bangunan rumah yang gaya arsitekturnya menggunakan model yang minimalis atau modern, juga sering menjadikan kayu sebagai bahan utama untuk memunculkan kesan yang lebih indah.

Namun diantara bangunan minimalis dan non minimalis yang sama-sama menggunakan kayu sebagai bahan utama, terdapat perbedaan konsep yang sangat nyata. Dan perbedaan utama penggunaan kayu pada rumah minimalis dan non minimalis tersebut bukan hanya terjadi pada satu atau dua bagian saja, namun ada beberapa element sekaligus.

Misalnya saja, meski menggunakan kayu namun hampir bisa dikatakan jika model yang muncul pada rumah minimalis tetap menghadirkan kesan yang lebih elegan, mewah dan modern. Sedang untuk rumah non minimalis, lebih sering memunculkan kesan yang alami, penuh nuansa etnik dan seakan-akan menyatu dengan alam yang ada di sekitar bangunan tersebut.

Teknik pemasangan dan penggunaan kayu juga terdapat perbedaan yang cukup mencolok. Jika rumah minimalis lebih sering menggunakan konsep tampilan yang halus dan merata, tapi rumah kayu yang menggunakan gaya non minimalis tidak selalu menggunakan konsep tersebut. Sistem penataan kayunya lebih bervariasi dengan teknik yang bermacam-macam. Selain itu permukaan dindingnya juga tidak selalu rata.

Untuk bahan kombinasi, rumah minimalis paling sering menggunakan bahan dari kaca, baik dari jenis yang transaparan atau kaca gelap. Kaca ini biasanya digunakan untuk membuat dinding, terutama sekali untuk dinding yang ada di bagian depan. Dinding dari kayu lebih sering dibuat pada bagian samping namun dengan tampilan yang tetap menonjol dan menjadi point of view atau pusat perhatian utama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *