Fungsi dan Kelebihan Lantai Karet

Posted on

Pada umumnya material yang digunakan untuk membuat lantai sifatnya keras serta licin seperti keramik, granit, marmer, batu alam dan sebagainya. Tidak terkecuali dengan lantai kayu, meski tidak terlalu keras seperti bahan yang lain namun tetap saja kaku.

Kondisi yang lantai yang licin dan keras ini kadangkala bisa menimbulkan satu masalah seperti kaki terpeleset atau tergelincir kemudian jatuh dan menimbulkan cedera. Apalagi jika rumahnya punya penghuni anak yang usianya masih balita atau kecil, resiko bahaya yang ditimbulkan bisa semakin besar.

Untuk menghindari terjadinya peristiwa sebagaimana yang telah disebutkan itu, saat ini ada satu material untuk membuat lantai yang sifatnya lebih lunak dan tidak keras yaitu lantai karet. Sesuai dengan namanya, lantai ini memang menggunakan bahan utama dari karet dalam pembuatannya.

Beberapa kelebihan lantai karet antara lain adalah karena sifatnya yang lunak, apabila ada yang jatuh dijamin tidak akan menimbulkan luka sama sekali. Meski bisa terjadi cedera, namun resiko tersebut bisa ditekan serendah mungkin. Jadi apabila di rumah punya penghuni yang masih kecil atau orang tua, maka resiko adanya orang yang jatuh bisa diminimalkan.

Meski terbuat dari bahan yang lunak namun lantai karet pada bagian atasnya selalu diberi lapisan lilin yang berfungsi sebagai pelindung. Jadi pengguna tidak perlu merasa takut lantai sebab lantai ini tidak bisa tergores. Beda dengan bahan lain yang dibuat dari vynil atau linoleum, kedua jenis material ini jika terkena goresan akan meninggalkan bekas yang tidak mungkin bisa dihilangkan.

Karena sifatnya yang lunak kadangkala lantai tersebut juga bisa terkoyak. Jika ini terjadi, bukan merupakan suatu masalah yang besar. Sebab dalam waktu yang sebentar saja, lantai tersebut bisa kembali ke bentuk semula tanpa mengalami perubahan sama sekali.

Pada umumnya lantai karet atau sering disebut juga dengan rubber flooring ini bisa diletakan di lantai secara permanen atau sistem bongkar pasang. Jadi jika sedang tidak digunakan lantai karet bisa disimpan dengan cara digulung atau ditumpuk.

Perlu diketahui, lantai karet terdiri dari dua jenis yaitu yang berbentuk lembaran utuh serta ada pula yang berupa potongan kotak bujur sangkar seperti lantai keramik biasa. Ukurannya adalah tigapuluh, empatpuluh dan enampuluh sentimeter persegi. Warna, motif maupun teksturnya ada bermacam-macam pilihan, tinggal disesuaikan dengan selera dan keinginan.

Warna tersebut ada yang merupakan warna primer seperti biru, kuning atau merah tapi ada juga warna sekunder seperti hijau, pastel, jingga dan sebagainya. Lalu untuk teksturnya terdapat pola yang bentuknya bundar atau kotak-kotak. Namun ada juga yang berupa garis-garis sejajar atau menyilang maupun yang menyerupai bentuk batu. Selain untuk memunculkan kesan yang lebih indah dan menarik, tektur berpola ini juga punya fungsi yang lain yaitu sebagai sistem pengaman anti selip.

Selama ini lantai karet sering diaplikasikan pada kamar mandi. Tujuannya apalagi kalau bukan untuk menghindari terjadinya licin karena sering basah akibat terkena siraman air. khusus untuk kamar mandi ini, jenis lantai yang digunakan sebaiknya memilih yang bentuknya lembaran sebab dipasang secara permanen.

Selain kamar mandi ruang yang perlu ditutup dengan lantai karet yaitu ruang yang sering dipakai untuk bermain anak-anak. Pilihlah lantai yang bentuknya kotak-kotak sebab bisa dilepas maupun dipasang lagi dengan mudah dan tidak perlu dipasang secara permanen.

Selain dua jenis kamar tersebut lantai karet sebenarnya bisa dipasang pada ruang lain bahkan di bagian luar atau outdoor. Untuk outdoor misalnya area sekitar kolam renang, jalan setapak pada taman dan sebagainya. Tentu saja lantai yang dipakai di luar dan dalam ruang jenisnya berbeda.

Sumber gambar : http://www.ibuzexpo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *