Tabungan

Begini Tips Menabung Seminggu Sekali

Ketika dihadapkan dengan pertanyaan, sudahkah Anda menyisihkan sebagian penghasilan untuk ditabung? Pasti ada sebagian orang yang menjawab ‘belum’ karena berbagai alasan. Wajar,...

1 min read

Ketika dihadapkan dengan pertanyaan, sudahkah Anda menyisihkan sebagian penghasilan untuk ditabung? Pasti ada sebagian orang yang menjawab ‘belum’ karena berbagai alasan. Wajar, menabung memang tidak semudah saat diucapkan.

Ada beberapa faktor yang membuat seseorang menjadi sulit menabung, misalnya terlalu sering melihat e-commerce. Jadi, ketika ada produk yang lucu atau yang sedang diskon, tanpa berpikir panjang produk tersebut langsung di beli. Selain itu, sering nongkrong di kafe dengan teman-teman juga membuat uang cepat habis.

Meski begitu, menabung tetap harus dilakukan untuk menjaga finansial menjadi lebih baik dan kondisi keuangan di masa depan tetap aman. Tenang, banyak cara menabung yang bisa dilakukan seperti menabung seminggu sekali agar uang tidak banyak terbuang di pos belanja saja.

1. Tetapkan Tujuan Menabung

tujuanTetapkan tujuan menabung

Tentukan apa yang menjadi tujuan utama Anda menabung. Demi masa depan yang sejahtera, ataukah Anda bermaksud meminang si dia atau bisa juga demi memiliki rumah sendiri. Jurus menabung ini tentu saja bukan untuk memuaskan hasrat konsumtif.

Dengan tujuan yang jelas di masa mendatang akan menjadi penyemangat Anda untuk menyisihkan pundi demi pundi demi cepat mencapai tujuan tersebut.

2. Hindari Kebiasaan Buruk

Sebaiknya hindari aktivitas di dunia maya yang akan membawa Anda memiliki perilaku konsumtif berlebihan. Begitu juga saat berbelanja keperluan. Tetap fokus pada apa yang Anda butuhkan, bukan yang diinginkan.

Jangan membeli sesuatu hanya karena terpengaruh oleh influencer Instagram. Padahal, Anda tidak membutuhkannya. Alangkah lebih baik untuk menemukan sektor mana yang membuat rekening ‘bleeding’. Biasanya ada hal-hal kecil yang tidak Anda sadari menjadi penyebab utama keborosan. Setelah menemukannya, berkomitmenlah untuk tidak meneruskan kebiasaan buruk tersebut.

3. Tentukan Nilai Tabungan

Ketika sudah mendapatkan gaji bulanan, janganlah langsung dipakai untuk belanja. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah menyisihkan dan menentukan berapa uang yang bisa Anda sisihkan untuk ditabung dalam seminggu. Pada umumnya, uang yang disisihkan untuk ditabung sekitar 10% atau lebih setiap bulannya. Setelah itu, dari  10% Anda bisa membagi 4 minggu.

4. Memanfaatkan Fitur Perbankan

Di era milenial ini, kita dapat menemukan berbagai aplikasi dengan fitur yang dapat mengontrol pengeluaran kita. Anda bisa memilih, aplikasi perbankan mana yang kira-kira dapat mengendalikan keuangan kita dengan baik. Terutama, jika sudah berniat untuk menabung.

Atau, bisa juga dengan mengunci tabungan. Jika Anda termasuk orang yang memiliki penghasilan di luar pekerjaan utama, pisahkan pendapatan-pendapatan itu di rekening yang berbeda. Sehingga, Anda dapat mengendalikannya dengan lebih mudah.

5. Cashless


Cashless

Batasi uang cash dalam saku atau dompet dengan memperhitungkannya terlebih dahulu. Berapa kira-kira total pengeluaran Anda dalam bentuk tunai dalam sehari. Dana yang ‘pas-pasan’ dalam saku, dapat mengontrol Anda agar tidak terlalu ‘ringan tangan’, dalam merogoh kocek.  

Dengan maraknya berbagai gerbang pembayaran digital, ‘cashless’ memang menjadi sebuah gaya hidup baru bagi orang-orang di era ini. Namun, tetaplah bijak. Banyaknya promosi yang ditawarkan kadang bukan membuat kita menjadi lebih hemat, malah semakin boros.  

6. Minta Dukungan dengan Orang Terdekat

Tips selanjutnya yang dapat menjadi penyemangat untuk tetap fokus menabung adalah dengan mengutarakan niat Anda pada orang-orang terdekat, seperti orangtua, kakak atau adik dan lainnya. Dengan begitu, mereka juga bisa berperan untuk memberi dukungan agar niat baik Anda bisa tercapai.

Apalagi, jika tujuannya demi masa depan seperti menikah misalnya, atau membeli rumah. Karena dengan begitu, ada orang lain yang dapat selalu mengingatkan agar Anda tidak mengeluarkan uang demi hal yang tidak terlalu penting, dan tetap fokus pada tujuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *