Aplikasi Desain Minimalis Rumah pada Arsitektur Bali

Posted on

Pulau Bali atau yang mahsyur disebut Pulau Dewata terkenal dengan keindahan alamnya yang luar  biasa. Tidak hanya itu saja, budaya lokal beserta kekayaan kesenian tradisionalnya semakin mengokohkan Pulau Bali sebagai salah satu tujuan wisata dunia. Selain keindahan alam dan kesenian tradisionalnya yang berciri khas, Pulau Bali juga dikenal dengan bentuk rumahnya yang unik. Rumah hunian tradisional Bali mengusung konsep Tri Hita Karana. Tempat pemujaan ditempatkan pada sudut rumah sebelah utara timur. Arah masuk ke dalam rumah ditempatkan pada sudut sebelah barat selatan. Pada angkul-angkul (pintu masuk) terdapat aling-aling (tembok) yang berfungsi sebagai privasi bagian dalam rumah sekaligus penolak bala. Rumah memiliki bagian bangunan terbuka yang terdiri dari bale sakenam, bali sakepat, bale tiang sanga. Selanjutnya pada bagian tengah terdapat natah (semacam court garden) yang berfungsi sebagai pusat rumah. Kemudian ada umah meten yang merupakan kamar tidur untuk anak gadis atau kepala keluarga. Selain itu ada juga bagian ruangan lain seperti paon (dapur) dan jineng (lumbung padi). Rumah tradisional Bali umumnya dikelilingi oleh pagar yang berfungsi sebagai pembatas antara rumah dengan alam bebas. Selain pembagian ruangan beserta fungsi tersebut, rumah tradisional Bali juga terkenal dengan ornamen rumah berupa ukiran dengan warna yang mengungkapkan simbol-simbol tertentu.

Seiring dengan perkembangan zaman, rumah tradisional Bali pun mulai menyesuaikan diri. Desainnya mengalami perkembangan dan disesuaikan dengan trend rumah masa kini tanpa harus kehilangan nilai tradisionalnya. Kini rumah tradisional Bali bisa dipadukan dengan konsep rumah modern. Jika kini konsep desain rumah minimalis menjadi trend, rumah tradisional Bali pun terkena imbasnya. Sekarang sudah mulai marak rumah berarsitektur Bali yang menerapkan konsep minimalis. Perpaduan konsep tradisional dengan gaya minimalis tersebut ternyata membuahkan konsep rumah hunian etnik yang bernuansa modern.

Aplikasi desain minimalis pada rumah tradisional berarsitektur Bali salah satunya bisa dilihat pada angkul-angkul (pintu masuk) dan desain kamar mandinya. Pada ornamen angkul-angkul bentuknya disederhanakan dan dimodifikasi sedemikian rupa sehingga menyesuaikan dengan konsep minimalis. Demikian pula dengan desain kamar mandinya yang mengusung konsep alam dan tetap bernuansa etnik modern. Sebuah kendi  besar ditempatkan di bawah kran. Hiasan batu kali putih yang ditebarkan di sekitar pancuran semakin memperindah penampilan kamar mandi etnik yang bernuansa modern.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *