Perbankan

6 Tips Aman Menyimpan Uang di Bank Biar Hati Tenang

Sudah gak zaman menyimpan uang di lemari baju, maupun di bawah bantal atau kasur. Selain berisiko kehilangan akibat pencurian, kebakaran, juga khawatir...

1 min read

Sudah gak zaman menyimpan uang di lemari baju, maupun di bawah bantal atau kasur. Selain berisiko kehilangan akibat pencurian, kebakaran, juga khawatir robek di makan rayap.

Bank menjadi salah satu tempat menabung dan menyimpan uang yang dianggap aman sampai saat ini. Dengan menyimpan uang di bank, kamu akan memiliki rekening tabungan yang sangat bermanfaat dalam berbagai hal.

Seperti mengajukan pinjaman ke bank, penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah, dan sebagainya.

Namun demikian, kamu tetap harus waspada. Sebab, ada saja oknum maupun maling yang bisa membobol tabungan di bank. Modus atau caranya macam-macam.

Jadi, ikuti tips aman menyimpan uang di bank ini biar kamu gak kecolongan:

https://www.freepik.com/

1. Rutin cek saldo tabungan

Jika sudah punya rekening, rajin-rajinlah mengecek saldo tabunganmu. Idealnya sebulan sekali. Kalau tidak punya layanan digital, seperti mobile atau internet banking, kamu bisa print out buku tabungan di kantor cabang bank terdekat. 

Tetapi agar bisa dipantau setiap saat, lebih mudah menggunakan mobile atau internet banking. Memeriksa transaksi finansial langsung dari HP. Apabila ada transaksi janggal, mencurigakan, kesalahan, atau perbedaan, segera lapor ke bank untuk penyelesaiannya.

2. Pilih bank terpercaya

Sebelum membuka rekening tabungan, kamu punya kesempatan untuk memilih bank mana yang kamu percaya untuk menyimpan uang. Pilih bank yang punya kredibilitas baik, rekam jejaknya bersih, misalnya tidak ada kasus pembobolan dana nasabah.

Pastikan pula kamu pilih bank yang tercatat sebagai bank peserta penjaminan LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Sebab, jika terjadi bank gagal atau bangkrut, tabungan kamu bakal diganti LPS. Nilai simpanan yang dijamin maksimal Rp 2 miliar per nasabah per bank.

3. Simpan uang di beberapa bank

Zaman sekarang, susah kalau cuma punya satu rekening. Biasanya satu orang memiliki dua atau tiga rekening bank berbeda. Menyimpan uang jangan hanya di satu bank saja.

Misalnya tabungan khusus dana darurat di bank BUMN A, tabungan buat DP rumah di bank asing B, dan tabungan haji disimpan di bank syariah.

Kartu debit atau ATM yang digunakan untuk tabungan tersebut pun mesti berbeda guna menghindari pembobolan dana nasabah bertubi-tubi. Dengan begitu, kalau terjadi kejahatan perbankan di akun tabungan yang satu, akun tabungan yang lain tetap aman.

4. Gunakan PIN berbeda dan sulit ditebak

Umumnya, orang menggunakan PIN yang sama pada semua akun keuangan. Alasannya biar gak lupa. Tetapi kebiasaan ini justru rawan.

Kalau satu akun sudah dibobol, maka akun lain pun bakal bernasib sama karena pakai PIN yang sama. Apalagi pakai PIN yang mudah ditebak, seperti tanggal lahir.

Pastikan, pakai PIN yang beda dan susah untuk setiap akun keuangan. Jika takut lupa, kamu bisa mencatatnya. Asal catatan PIN tersebut jangan disimpan rapi, dan jangan beritahukan kepada siapapun.

5. Simpan buku tabungan dan kartu ATM

Setiap kali nasabah membuka rekening tabungan, pasti akan mendapat buku tabungan dan kartu debit atau ATM. Simpan keduanya dengan baik. Jangan sampai jatuh ke tangan orang lain karena berpotensi disalahgunakan. Apalagi sampai tahu kode PIN kartu ATM kamu.

6. Lindungi data pribadi akun perbankan

Rahasiakan data-data pribadi perbankan kamu, seperti User ID, kata sandi atau password, nomor PIN ATM atau kartu kredit, kode OTP, dan informasi lainnya.

Selain itu, jangan mempublikasikan nomor ponsel kamu di media sosial, atau gunakan nomor yang berbeda untuk aktivitas perbankan.

5 Perbedaan Bank Konvensional dan Syariah

in Perbankan
  ·   1 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *